• Header mts2
  • Desain1

Selamat Datang di Website MADRASAH TSANAWIYAH MIFTAHUL ULUM ARJASA. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


MADRASAH TSANAWIYAH MIFTAHUL ULUM

NPSN : 69895154

Jln Raya Banyuwangi Gg Karang Kates Kp Sak-sak Desa Lamongan Kec.Arjasa Kab.Situbondo


[email protected]

TLP : 082319762432


          

Prestasi Siswa

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 72673
Pengunjung : 33804
Hari ini : 50
Hits hari ini : 213
Member Online : 0
IP : 216.73.216.151
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Screening Kesehatan Anak di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Miftahul Ulum Arjasa




Pada hari Kamis, 02 Desember 2021 Perkumpulan Lembaga Pendidikan Islam dan Sosial (PLPIS) Miftahul Ulum Desa Lamongan Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo Kedatangan Tim Kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Arjasa,


 


Adapun tujuan dari kedatangan Tim tersebut adalah dalam rangka melaksanakan Scrining Kesehatan untuk siswa-siswi MTs dan MA Miftahul Ulum, kehadiran mereka disambut antusias oleh Kepala Madrasah, Dewan Guru beserta semua siswa-siswi.


 


Perwakilan Tim dari Puskesmas menyampaikan bahwa Pelayanan kesehatan ini, merupakan salah satu program pokok Trias UKS, adapun Pelayanan kesehatan yang dimaksud meliputi scrining kesehatan anak atau yang lebih dikenal dengan Penjaringan Kesehatan, Pemantauan Kesehatan, serta Penyuluhan Kesehatan.


 


Kegiatan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan kali ini meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, tes warna, tes kesehatan mata, tes kesehatan mulut, dan tes kesehatan telinga pada siswa/siswi serta Tim Kesehatan Puskesmas juga memberikan tablet tambah darah kepada seluruh siswa putri. Karena siswa putri setiap bulannya mengalami menstruasi yaitu kehilangan darah, untuk itu perlu minum tablet tambah darah seminggu sekali untuk mencegah anemia.


 


Dalam penjaringan anak sekolah juga dilakukan deteksi dini kesehatan intelegensia remaja sebagai suatu upaya pemeriksaan awal untuk menemukan secara dini adanya gangguan modalitas belajar yang dapat berpotensi mengakibatkan terjadinya kesulitan belajar pada remaja sehingga dapat segera dilakukan tindakan intervensi.


Selain itu juga diperoleh pemahaman tentang karakteristik remaja, potensi yang dimiliki, hal hal yang menghambat potensi dan cara mengembangkan potensinya tersebut. Setelah diketahui maka dapat direncanakan upaya peninngkatan kualitas kesehatan intelegensia sehingga remaja tersebut dapat mengoptimalisasikan hasil belajarnya, serta orangtua dan guru dapat memberikan dukungan dan bimbingan sesuai dengan potensi dan cara belajar unik yang dimiliki setiap remaja.


 


odalitas belajar adalah cara kerja otak kita dalam menyerap, memproses dan menyimpan informasi yang diperoleh melalui panca indera secara optimal. Menurut howard gardner modalitas belajar dapat dikarakteristkkan menjadi modalitas belajar auditory, visual dan kinestetik. Modalitas belajar auditory adalah kemampuan belajar dengan mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami sekaligus mengingatnya. Karakteristik model belajar ini benar benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya untuk bisa mengingat dan memahami informasi tertentu yang bersangkutan haruslah mendengarkannya terlebih dahulu. Biasanya mereka yang terbatas dalam modalitas ini memiliki kendala untuk berdialog secara langsung karena terlalu rektif terhadap suara, sehingga sulit mengikuti anjuran secara lisan dan sering salah menginterpretasikan kata dan ucapan. Modalitas visual adalah kemampuan belajar dengan menitikberatkan kemampuan menangkap dan menyimpan informasi lewat penglihatan. Artinya bukti bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham.


 


 


Ciri ciri yang memiliki modalitas visual adalah kebutuhan yang tinggi untuk melihat dan menangkap informasi secara visual sebelum mereka memahaminya. Mereka memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna disamping mempunyai pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik. Mereka yang terbatas dalam modalitas belajar ini umumnya sulit menyerap secara langsung informasi dalam bentuk tulisan, selain memiliki kesulitan menulis ataupun membaca. Modalitas kinestetik berarti belajar dengan sentuh dan gerak, rasakan, praktik yang melibatkan fisik dan menggunakannya sewaktu belajar. Gaya belajar ini mengharuskan remaja menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya.


 


Karakter pertama dalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar terus mengingatnya, hanya dengan mencoba coba dengan memegang saja seseorang yang optimal dalam modalitas belajar ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya. Individu yang optimal dalam modalitas belajar ini bisa belajar lebih baik kalau prosesnya disertai kegiatan fisik. Kelebihannya mereka memiliki kemampuan mengkoordinasikan sebuah tim disamping kemampuan mengendalikan gerakan tubuh (athletic ability). 


 


Karakter kedua tak tahan duduk manis berlama lama mendengarkan penjelasan. Tak heran jika individu yang memiliki gaya belajar ini baru bisa belajar lebih baik jika prosesnya disertai kegiatan fisik.


 



Ahmad Efendi perwakilan dari Kepala madrasah menyampaikan bahwa Kegiatan ini sangat bagus dan sangat membantu madrasah untuk mendeteksi kesahatan peserta didik kami serta sebagai upaya peningkatan kualitas kesehatan generasi muda, Kami ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada semua Tim, khususnya yg dari Puskesmas Arjasa yang sudah banyak membantu kami dan mohon ma'af apabila ada pelayanan, dll yang kurang berkenan, Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan dan semoga semuanya bernilai Ibadah. Aamiin Pungkasnya


 


 


Admin



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas